Profil Sekolah

Profil Sekolah

Sejarah berdirinya
MI Bahrul Ulum

Pada Tanggal 15 Mei 1963 berdirilah Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) di Desa Candinegoro Kec. Wonoayu Kab. Sidoarjo. Yang diprakarsai oleh 4 orang yaitu :
  1. Bapak Muttaalim
  2. Bapak Nuradji
  3. Bapak Moch. Thohir
  4. Bapak Moch. Thoha

Sementara menempati dirumah Masyarakat yang diatur bergiliran/ pindah-pindah setiap 3 bulan sekali dari rumah kerumah. Pada akhirnya atas musyawarah bersama dengan Kepala Desa yang dijabat oleh Bapak Mangoen Kariyoenoe dipersilahkan menempati digedung SR/SD Dermonegoro Tahun 1965 –sampai tahun 1968.

Dengan pergantian  :

  • Pagi dipakai SR/SD
  • Sore dipakai MINU

Karna pada Tahun 1965 terjadi peristiwa G.30.S PKI. Maka sekolahan ikut kena imbas dari peristiwa tersebut mengakibatkan belajar mengajar tersendat, apalagi pengasuhnya mayoritas dari pondok Kajeksan Tulangan yang notabennya setiap hari harus mengayun sepeda ontel.

Dengan kegigihan Kepala MINU Bapak Masychuri Arief dari Grinting Tulangan, MINU Candinegoro bisa bertahan, bahkan muridnya tidak dari Candinegoro saja tapi juga dari Desa Tetangga seperti Desa :

  1. Terung Wetan – Terung Kulon
  2. Junwangi
  3. Plaosan
  4. Karangpuri
  5. Lambangan
  6. Becirongengor

Pada Tahun 1966 pula ada seorang Ibu bernama Asyrifah mewaqofkan tanahnya untuk didirikan gedung MINU sehingga secara cepat ke 4 pendiri langsung bisa dengan mudah bisa dengan mudah mengerahkan semua Masyarakat untuk bahu membahu demi terwujudnya bangunan tersebut.

Alhamdulillah dengan Izin Allah SWT. siang malam bekerja, ada yang menyumbang batu bata, gamping, mengambil pasir dari sungai, dll. Maka terwujudlah bangunan setengah permanen 10 X 12 m2  2 Ruang. Sebelah barat pintu masuk ke Gapuro Candidermo. Gedung sudah ada tapi belum bisa dipakai karena sarana dan prasarana belum lengkap sampai pada tahun 1972 Tahun 1973 baru bisa menempati secara darurat pakai dampar seadanya.

Pada Tahun 1974 -1975 mulai berkembang, disisi lain Gurunya kurang Aktif karena selain mengajar juga pagi hari bekerja, mengakibatkan sering kosong waktu jam mengajar.

Semua pengurus dibuat susah karena dirasa kurang bisa memenuhi harapan HR dari Guru-guru karena waktu itu HR Guru rata-rata Rp. 500. Rupiah.

Pada akhirnya ke-4 pendiri bermusyawarah kesimpulannya diputuskan Kepala Madrasah diambil dari Desa Candinegoro sendiri yaitu : Moch. Sa’ad Romli, walau masih harus mondar mandir menyelesaikan pendidikan di Jombang.

Alhamdulillah dikit demi sedikit merangkak lambat bisa teratasi. Pada Tahun sekitar 1978 pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah dalam hal ini Menteri Agama bahwa semua Madrasah yang pakai nama MINU harus dirubah dengan pakai nama Pahlawan atau nama para Wali atau yang lain.

Ke-4 pendiri bermusyawarah semuanya diserahkan kepada Kepala Madrasah Nama apa yang baik, kiranya Kepala Madrasah minta waktu mohon izin pengestu dan ngalap barokah pada kyainya agar sekolahan yang dikelolanya memakai nama “BAHRUL ULUM” di Pondok Tambak Beras Jombang.

Alhamdulillah semua Pengasuh Pondok tidak ada yang keberatan memakai nama “ BAHRUL ULUM” dengan syarat bukan Filial dari Pondok tapi berdiri sendiri pengelolahannya.

Alhamdulillah yang selama itu belum pernah mengadakan Haflah Akhir Sanah, pada Tahun 1978 menjelang puasa diadakan pengajian Haflah Akhir Sanah sambil promosi nama baru MINU menjadi MI BAHRUL ULUM, kata pembicaranya waktu itu KH. Abd. Chaliq Djamal artinya ilmu yang Nyegoro atau Segorone Ilmu.

Seiring dengan berjalannya waktu MI Bahrul Ulum mulai dikenal oleh Masyarakat, sehingga bisa mengikuti 2 Ujian yaitu :

  1. Ujian Ma’arif ( Ijazah lembaga pendidikan Ma’arif)
  2. Ujian MIN ( Ijazah Madrasah Ibtidaiyah Negeri)

Namun demikian karena terbentur biaya yang bisa mengikuti MIN hanya 2 anak dari 12 anak kelas VI Periode Tahun 1978/ 1979.

Karena murid-murid hampir semua sekalahnya merangkap Pagi SD, Sore di MI secara prosedur tingkatan SD/MI sama maka oleh Pemerintah suruh memilih sekolah SD atau MI. Berkat kerja sama antara Kepala MI, Guru, dan Wali Murid, diadakan angket pilihan sekolah untuk Wali Murid, pilih SD/MI. Alhamdulillah dari Murid 121 yang bertahan di MI 101 yang lain pilih di SD.

Maka mulailah pada Tahun 1980 resmi MI Bahrul Ulum dari 101 murid dimasukkan pagi salah satu yang mulai masuk pagi adalah MI Bahrul Ulum Candinegoro dari 12 MI Sekecamatan. Bersamaan diberlakukan masuk pagi bersama itu pula Depag Provinsi Jawa Timur mengeluarkan Piagam Madrasah sebagai status TERDAFTAR untuk menyelenggarakan pendidikan Formal dan berhak mengikuti Ujian persamaan Madrasah Negeri No. L.M/ 3/ 1422/ A/ 1978, Tertanggal 20 Maret 1978.

Seiring berjalnnya waktu, karena masuk pagi, MI Bahrul Ulum tidak punya bibit untuk masuk di Kelas 1 karena mengandalkan dari TK Dharma Wanita yang banyak masuk di SDN.

Lagi-lagi pengurus dibuat pusing karna mengelola murid sendiri atas kebijakan selaku Kepala MI Bahrul Ulum  memberanikan diri mendirikan TK/RA. Lagi-lagi  RA yang didirikan adalah yang pertama kali dan satu-satunya di Kec. Wonoayu, karena di anggap aneh dan menyaingi TK Dharma Wanita dipanggillah ke-4 pengurus beserta Kepala MI Bahrul Ulum oleh Muspika Kec. Wonoayu dengan beberapa argument dan dampratan terutama ditujukan ke Kepala MI Bahrul Ulum.

Alhamdulillah pada Tahun pertama 1985 ada murid 15 sebagai cadangan bibit untuk masuk ke MI Bahrul Ulum.

Pada tahun 1985 mengajukan rehab berat ke Pemerintah dalam hal ini ke Depag. Akhirnya dapat bantuan sebesar Rp. 12 Juta yang penggarapannya diproyeksikan pengerjaannya oleh pengurus sendiri sebagai syarat pinjam Bendera CV. dan dibangunlah sebanyak 5 kelas, sebagai jaminan H. Moch. Thoha membuat Tender dengan CV yang dipinjami bendera.

Dalam kurun waktu puluhan Tahun Baru Tahun 2000 mengajukan Akreditasi dengan status diakui jumlah murid 151.

Pada tahun 2010 Terakreditasi Peringkat B, Jumlah siswa 154, NSM 112351509088, NPSN 20539860.

Pada Tahun 2017 Terakreditasi dengan Peringkat B, Jumlah siswa 155, NSM 111235150205, NPSN 60717147

Nama Yayasan          :   Yayasan Bahrul Ulum Candinegoro

Akte Notaris             :   No. 5 Santi Kamayani SH.M.KN

Pengesahan Akte      :   AHU.0003921.AH.01.04.TAHUN.2016/22 Januari 2016

Mari kita wujudkan generasi yang mengedepankan nilai islami, berakhlakul karimah dan berlandaskan ahlu sunnah wal jama’ah

Mukhamad Farkhan, S.Ag — Headmaster
Current Enrollments
0 K+
Qualified Staff
0 +
Clubs & Activities
0 +
Active PTFA Members
0 +
Mission Statement​

Our mission at Champion school is to develop the unique abilities and potential of each child by offering an enriched educational program. We strive for excellence through a hands-on approach. Rich traditions rooted in our innovative curriculum grow productive, caring, and intellectually curious citizens.

Our Core Values ​
We have a culture that is modern, relevant, and inspires students to have a brighter future. We are determined in our approach to learning, are creative in our thinking, and bold in our ambitions.
Our Philosophy
We, at Champion School, follow a child-centered educational approach. We make sure that it is based on scientific observations from birth to adulthood. We believe that a child is naturally curious and is capable of initiating learning in a supportive and thoughtfully prepared environment.